Pada suatu seminar, seorang pakar manajeman waktu memberikan tip dan trik unik kepada para peserta yang kebanyakan pelaku bisnis. Ia mengambil sebuah galon plastik bening dengan mulut yang lebar. Tak berapa lama ia mengumpulkan puluhan batu sebesar kepalan tangan di atas meja. Ia lalu memasukan batu-batu tersebut ke dalam galon. Ketika galaon tak lagi bisa memuat batu-batu, ia bertanya, " apakah galon ini sudah penuh?"
"Sudah!" jawab semua peserta seminar sentak.
"Benarkah demikian? mari kita buktikan!"
Kemudian ia mengambil ember penuh kerikil. Lalu memasukan kerikil-kerikil itu kedalam galon seraya mengoyang-goyangkan galaon sehingga kerikil melesat mengisi ruang-ruang diantara batu-batu besr di dalamnya. Ketika ia mengajukan pertanyaan yang sama, jawaban yang muncul berbeda, "mungkin belum."
Kini ia mengambil sebuah karung plastik berisi pasir. Dituangkan pasir itu ke dalam galon. Butir-butir pasir segera menyusup di sela-sela kerikil dan batu besar di dalam wadah. Sekali lagi ia bertanya apakah wadah itu sudah penuh. "Belum Jawab peserta.
Kali ini ia mengambil botol besar isi air. Dituangkanlah air tersebut ke dalam wadah sampai penuh.
Apa maksud pertunjukan ini? Peragaan diatas mengingatkan kita semua, bila tidak menempatkan "batu besar" terlebih dulu, kita tidak bisa menampung semuanya.
Apakah batu besar dalam hidup kita? hanya kita sendiri yang bisa mementukan, entah itu waktu untuk keluarga, pendidikan, kerja atau menolong orang lain. Jangan Lupa selesaikan dulu "batu-batu besar" selanjutnya yang kecil dan seterusnya.
(Intisari agustus 2005;184)

No comments:
Post a Comment